Agustus 21, 2008
V-ixion sudah diluncurkan dengan sukses. Bagi yang sudah menikmatinya, berbahagialah karena motor ini memang canggih. Untuk saat ini belum ada motor sport-tulen resmi (bukan build-up) yang secanggih V-ixion. Simak saja daftar fiturnya yang cukup panjang itu. Dan asyiknya adalah karena semua kecanggihan itu dapat ditebus dengan uang yang relatif tidak terlalu mahal. Bandingkan saja dengan pesaing tuanya yang harganya jauh di atas, tetapi apa yang Anda dapat? Hanya motor berteknologi jadul (jaman dulu) dengan stempel merek terkenal.
Bagi yang sedang inden dan sampai sekarang belum mendapat kiriman V-ixion, silakan geregetan menunggunya. Tetapi bagi yang ngebet dengan teknologi V-ixion yang tinggi tapi duitnya cekak, jangan risau! Anda bisa beli bebek rasa V-ixion! Weks, apa pula ini?
V-ixion memang motor baru Yamaha yang fenomenal. Tetapi V-ixion bukan hal yang baru. 200 parts dari V-ixion merupakan sharing parts yang juga bisa ditemukan di motor Yamaha yang lain. Strategi common parts ini memang strategi yang jitu dalam menekan ongkos produksi V-ixion. Walau pun begitu, masih banyak sekali teknologi unggulan V-ixion yang belum ada di motor Yamaha (di Indonesia) sebelumnya. Misalnya: injeksi, LAS (lean-angle sensor), Deltabox, dll.
Tetapi kali ini fokus tulisan saya sementara bukan untuk V-ixion, tetapi untuk Jupiter MX. Paling tidak MX sudah menyumbangkan beberapa teknologinya demi kesuksesan V-ixion. Untuk diketahui, basis mesin V-ixion diambil dari MX tetapi kapasitasnya diperbesar, dari 135 cc menjadi 150 cc. Demikian juga dengan sistem pendinginan mesin, pembuangan mesin, dan suspensi monoshock.
Kalau diibaratkan hutang, maka V-ixion berhutang banyak pada Jupiter MX. Keberhasilan V-ixion sedikit-banyak telah disumbang oleh Jupiter MX yang telah berhasil melewati ujian yang dilakukan oleh masyarakat penggunanya selama hampir 2 tahun sejak kehadiran pertamanya di bulan Oktober 2005.
Karena V-ixion berhutang pada Jupiter MX, sudah selayaknya jika kelak V-ixion melunasinya. Bagaimana caranya? Gampang kok! Caranya sama seperti ketika MX memberikan teknologinya, V-ixion juga harus memberikan teknologinya pada MX. Banyak teknologi V-ixion yang dapat diadopsi oleh MX, misalnya: sistem injeksi, LAS dan chasis delta box, dll. Weks… chasis-nya juga diberikan ke MX? Jangan salah! Suzuki FU150 juga menggunakan chasis delta box walau pun dimensinya imut.
Wah, kita bisa membayangkan generasi baru Jupiter MX ya? Paling tidak generasi baru Jupiter MX harus sudah memiliki sistem injeksi dan ber-chasis delta box. Soal desainnya yang full fairing boleh saja tetap dipertahankan tetapi bentuknya dipermanis, misalnya dengan melembutkan sudut-sudut tajam MX dan juga penggunaan lampu utama yang nemplok di fairing. Desain lampu utama model begini memang sedang ngetren, lihat saja kerennya lampu Mio MX atau Nouvo baru. Lampunya double juga oke, yang di fairing sebagai lampu utama sedangkan yang di setang berfungsi sebagai lampu tembak. Hihihi… emang mau dipake nembak apa, Mas Bro?
Yah pokoknya begitu deh. MX baru harus lebih canggih. Masyarakat tidak keberatan jika kapasitasnya dinaikkan menjadi 150 cc serupa V-ixion. Ini malah menjadi nilai plus bagi MX karena positioning-nya naik ke tingkat yang lebih tinggi. Jangan takut bersaing dengan Suzuki FU, toh MX masih pegang kendali di prestasi pejualan.
Kalau sudah begini berarti Jupiter MX yang baru berhak menyandang gelar “Z” seperti yang sudah sering dilakukan Yamaha saat melemparkan produk revisinya. Ingat Scorpio dan Nouvo kan? Kedua motor ini sudah punya versi “Z” yang merupakan perbaikan versi sebelumnya. Kapan ya keluar Jupiter MX Z?



Aku, Kedua dari kiri